Search This Blog

Wednesday, January 13, 2016

Noncontadiction Principle in Personal Development

Noncontadiction Principle in Personal Development Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Syahril Syam

Allah Mahaperkasa. Engkau tunduk pada-Nya bahkan tanpa disadari. Tapi akan jauh lebih baik untuk tunduk dengan sedikit pemahaman, daripada tanpa disadari - Da’ud ibnu Ibrahim al Shawni –

Jangan biarkan kenangan menjadikanmu berpuas diri. Apa yang engkau temukan selama pencarian adalah hadiah-Nya bagimu. Tapi saat hadiah-Nya engkau buka, jangan jadikan ia sebagai tujuan. - Da’ud ibnu Ibrahim al Shawni -

Pastikan bahwa bukan engkau yang mati, tapi hanya tubuhmu. Karena orang yang terlihat dari luar sebagai dirimu, adalah bukan dirimu. Jiwalah yang merupakan diri sejati, bukan bentuk fisik yang bisa ditunjuk dengan jari. - Cicero -

Pengetahuan non kontradiksi, pada akhirnya akan mengantarkan kita pada perubahan persepsi. Perubahan persepsi yang saya maksudkan adalah perubahan yang akan mengantarkan kita pada persepsi yang benar. Persepsi yang benar ini, pada akhirnya menuju pada pandangan dunia yang benar. Nah, pada pandangan dunia ini, segala persepsi kita seben
... baca selengkapnya di Noncontadiction Principle in Personal Development Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Saturday, January 9, 2016

Cerita Kakek Hanif

Cerita Kakek Hanif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Menjelang Maghrib, penduduk di Desa Mekar jati berduyun-duyun menuju masjid untuk menunaikan shalat berjamaah.
Arwan masih di rumah ketika teman-teman yang lainnya telah ke masjid. Ia memang selalu menunggu sahabat karibnya, Mujib. Setelah Mujib datang, mereka pun berangkat bersama-sama. Seperti biasanya, setiap habis shalat Magrib, Arwan dan Mujib ikut mengaji bersama Kakek Hanif.
“Arwan, bacaanmu kemarin sampai di mana?” tanya Kakek Hanif.
“Sampai Surat AI-Alaq, Kek!”

Kemudian, Kakek Hanif menyuruh Arwan untuk meneruskan bacaannya. Arwan yang sudah mengikuti pengajian itu selama tiga bulan, tentu saja tidak mengalami kesulitan, Bahkan, ia bisa membacakannya dengan lagu yang indah dan tajwid yang benar. Mereka membaca bergiliran. Ada yang sudah lancar seperti Arwan. Ada yang masih kaku. Bahkan, ada juga yang masih mengeja. Selain diajarkan cara membaca Alquran, mereka juga di suruh untuk menghapalkan doa-doa.

Anak-anak pengajian di masjid itu memang senang belajar dengan Kakek Hanif. Karena selain baik hati, ia juga tak suka marah-marah. Kakek Hanif pintar bercerita. Dan itulah yang menyebabkan mereka jadi lebih akrab dengan Kakek Hanif. Demikian juga dengan Kakek Hanif, ia pun tidak pernah merasa bosan.

Kakek Hanif mulai mengajar di masjid itu sejak setahun yang lalu. Ketika masjid itu baru selesai di bangun. Dan sejak itu pula banyak anak yang datang untuk shalat dan menga
... baca selengkapnya di Cerita Kakek Hanif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Wednesday, January 6, 2016

Wiro Sableng #30 : Dosa Dosa Tak Berampun

Wiro Sableng #30 : Dosa Dosa Tak Berampun Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

MESKIPUN tanah Jawa dikenal sebagai pusat perkembangan ilmu silat dan kesaktian, namun beberapa daerah di tanah air telah pula mendapat nama harum berkat kehebatan para tokoh silat serta kesaktian yang mereka miliki. Salah satu di antaranya adalah daratan Aceh di Ujung Utara Pulau Andalas.

Dalam serial Wira Sableng berjudul "Raja Rencong Dari Utara" telah dikisahkan munculnya seorang tokoh silat sakti mandraguna, bernama Hang Kumbara, bergelar Raja Rencong Dari Utara. Di situ dikisahkan bagaimana Raja Rencong berusaha mendirikan apa yang disebut Partai Topan Utara. Dia mengundang berbagai tokoh silat yang ada di pulau Andalas bahkan dari outau Jawa untuk datang ke Bukit Toba guna mengadakan pertemuan dan membicarakan rencana besar itu. Padahal di balik semua itu Raja Rencong mempunyai maksud keji yakni hendak membunuh semua para tokoh silat yang hadir. Bilamana para tokoh itu berhasil disingkirkan maka dia akan menjadi raja diraja rimba persilatan.

Raja Rencong mulai dengan menghancurkan Pesantren Suhudilah. Para pengurus pesantren yakni Kiyai Hurajang, Kiyai Selawan dan Kiyai Tanjung Laboh mati di tangan Raja Rencong. Padahal tiga Kiyai itu merupakan orang-orang berkepandaian tinggi bahkan telah dianggap sebagai Datuk rimba
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #30 : Dosa Dosa Tak Berampun Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu